Candi Di Yogyakarta Yang Belum Banyak Dikunjungi Wisatawan

  • Bagikan
banner 728x90

Yogyakarta ( siaptv.com ) – Banyak Candi sebagai wisata sejarah,  candi menjadi salah satu destinasi yang banyak diminati di Yogyakarta.

jika Candi Prambanan hingga Candi Ratu Boko , menjadi destinasi wisata yang selalu ramai dikunjungi, tetapi di Yogyakarta masih memiliki beberapa candi yang masih belum banyak dikenal wisatawan.

Candi-candi ini juga menawarkan keindahan seperti candi populer lainnya, beberapa candi Yogyakarta yang belum banyak dikenal wisatawan:

# Candi Ijo – Terletak ketinggian sekitar 395 meter di atas permukaan laut (Mdpl), Candi Ijo terbilang sebagai candi yang tertinggi di DIY. Candi yang berada di Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, masih terletak di antara perbukitan yang sama dengan candi lainnya. Seperti Candi Ratu Boko, Candi Barong dan Candi Banyunibo yang lokasinya di perbukitan. Menurut perkiraan, Candi ini ini sudah berdiri sejak abad ke-9 Masehi.

Bangunan Candi Ijo ini terdiri dari 17 struktur bangunan dan terbagi lagi menjadi 11 teras berundak. Teras pertama merupakan halaman yang akan menuju ke pintu masuk merupakan teras berundak yang membujur dari barat ke timur. Di teras paling atas terdapat delapan lingga patok, bangunan candi utama dan tiga candi perwara. Dari ke-11 teras ini, yang paling sakral terletak pada teras tertinggi yaitu teras ke-11.

 

# Candi Banyunibo (Jawa: ꦕꦤ꧀ꦝꦶ​ꦧꦚꦸꦤꦶꦧ ) Candhi Banyuniba,air-jatuh-menetes’) adalah candi Budha yang berada tidak jauh dari Candi Ratu Boko, yaitu di bagian sebelah timur dari Kota Yogyakarta ke arah Kota Wonosari. Sekitar 5,6 km ke arah selatan dari candi Prambanan, dan secara administratif terletak di Dusun Cepit, Desa Bokoharjo, Kecamatan Prambanan, Sleman, Yogyakarta. Candi ini dibangun pada sekitar abad ke-9 pada zaman Kerajaan Mataram kuno. Pada bagian atas candi ini terdapat sebuah stupa yang merupakan ciri khas agama Buddha.

 

# Candi Plaosan – Jika kita dari Candi Sewu, kira-kira satu kilometer ke arah timur terdapat candi lain bernama Candi Plaosan. Candi ini dibangun oleh Raja keenam Kerajaan Mataram Kuno, Rakai Pikatan, untuk salah seorang permaisurinya bernama Pramudyawardani.

Masyarakat sekitar biasa menyebut Candi yang terletak di Dukuh Plaosan, Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah ini dengan sebutan candi kembar. Sebutan Candi Kembar bukan tanpa alasan. Jika dilihat dari kejauhan, di dalam Kompleks Candi Ploasan terdapat dua candi yang hampir sama. Namun, apabila dilihat dari dekat, terdapat perbedaan yang sangat signifikan dari kedua candi tersebut. Untuk membedakannya kedua candi tersebut maka masing-masing diberi nama Candi Plaosan Lor dan Candi Plaosan Kidul.

Nah, memang sih Candi – Candi ini tak terlalu besar, tetapi tetap memiliki keindahan yang menawan.

Candi Banyunibo dan lainya tadi ada berdiri di antara hamparan sawah hijau, sehingga sangat cocok dijadikan lokasi berwisata ataupun berfoto, terutama saat matahari terbit dan tengelam. ( Wic )

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *