Komunitas Seni Bangku Kelas Gelar Pameran “Berhenti Tengok Kanan Kiri”

  • Bagikan
Komunitas Seni Bangku Kelas Gelar Pameran "Berhenti Tengok Kanan Kiri"
Komunitas Seni Bangku Kelas Gelar Pameran "Berhenti Tengok Kanan Kiri"
banner 728x90

Sidoarjo, Siaptv.com,- Komunitas pecinta seni rupa “Bangku Kelas” mengadakan pameran seni rupa bersama bertajuk “Berhenti Tengok Kanan Kiri” yang diselenggarakan pada hari minggu (22/10/2023) mulai pukul 19.00 WIB-selesai di Rumah Budaya Malik Ibrahim, Jl. Malik Ibrahim No. 39 Sidoarjo.

Kegiatan tersebut mempunyai tujuan untuk menampilkan berbagai karya seni yang sarat makna dari para guru-guru seni dan budaya Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Sidoarjo yang tergabung di dalam komunitas seni rupa bernama Bangku Kelas.

Pameran seni rupa tersebut dibuka langsung seorang budayawan sekaligus pendiri serta pengelola Rumah Budaya Sidoarjo Satriagama Rakantaseta. Acara tersebut dihadiri puluhan orang pecinta dan pelaku serta kolektor seni budaya yang diundang khusus dalam acara tersebut.

Satriagama Rakantaseta dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada Komunitas Bangku Kelas yang telah menggelar pameran seni rupa di Rumah Budaya Sidoarjo.

“Rumah Budaya Sidoarjo sangat terbuka bagi semua wadah maupun komunitas seni serta budaya dari manapun menggunakan tempat ini untuk dipakai sebagai kegiatan pameran atau kegiatan budaya lainnya,” ungkapnya.

Komunitas Bangku Kelas tersebut di dalamnya kebanyakan adalah para murid dan guru, yang  pernah belajar dan mengajar seni dan budaya pada sekolah yang sama di wilayah Sidoarjo.

Kini mereka semua bersama di dalam sebuah komunitas seni dalam rangka memberi contoh kepada anak- anak didiknya yang diajar saat ini. Mereka itu adalah Anang Prahara, Anggi Heru, Dien Kuda, Sigit Widianto, Yoes Wibowo dan Lucky Pratama.

Mereka berasal dari beberapa sekolah antara lain, SMPN 2 Balongbendo, SMPN 2 Porong, SMPN 4 Waru dan sekolah-sekolah lainnya di wilayah Kabupaten Sidoarjo.

Dalam pameran seni rupa bersama tersebut mereka saling mendukung dengan membuat karya seni rupa yang dapat menggambarkan sebuah perjalanan pengalaman hidup antara guru dan murid yang telah lalu dan saat ini.

Sigit Widiyanto salah seorang guru dari SMPN 2 Balongbendo menggandeng salah seorang mantan muridnya Anggi Heru. Berkompetisi menampilkan karya seninya masing-masing.

Sang guru merasa senang dan bangga karena alumni anak didiknya memiliki kreatifitas lebih yang tidak dimiliki oleh sebagian besar murid-murid yang pernah dibimbingnya saat masih di bangku sekolah.

“Saya menampilkan karya seni berupa pohon besar yang melambangkan bahwa seorang guru tidak hanya bisa memerintah muridnya untuk membuat karya seni, akan tetapi guru juga tetep eksis bisa membuat karya,” ucap Sigit

Kali ini Anggi Heru memamerkan karyanya yang mengangkat tema tentang “Berhenti Tengok Kanan Kiri” dimana kontek tulisan itu sering muncul di plang perlintasan rel kereta api.

“Saya membawakan karya gambar sepeda tua yang mempunyai makna bahwa saya pribadi sudah jadi orang tua, jika bepergian tidak hanya pamit ke istri saja tetapi ke anak juga kita harus pamit,” pungkasnya.

Adi, Babe

  • Bagikan